Sabtu, 31 Maret 2012

Pertandingan Hidup Mati Barca-Milan


AC Milan hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan raksasa Spanyol Barcelona di leg pertama perempatfinal Liga Champion Kamis (29/3) si San Siro.
 
Kendati menampilkan permainan atraktif di babak pertama, baik Milan maupun Barca tidak mampu melakukan finishing yang tepat untuk mencuri keunggulan di San Siro.


Tim tuan rumah langsung mendapat peluang bagus ketika laga baru berjalan dua menit. Tendangan Kevin Prince-Boateng sempat membentur pemain bertahan Barcelona sebelum bola disambut Zlatan Ibrahimovic lewat tandukan kepala serta mengarahkannya kepada Robinho, yang lolos dari kawalan. Sayang, tendangan Robinho masih melambung di atas mistar gawang.


Gawang Abbiati sebenarnya sempat jebol oleh Messi di menit ke-18. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena posisi pemain terbaik dunia ini sudah offside ketika menerima umpan dari Dani Alves.


Ibra berpeluang emas membawa Rossoneri unggul atas klub lamanya usai menerima umpan dari Clarence Seedorf dan melepaskan tendangan ke arah Valdes. Namun, bola terlalu pelan hingga memudahkan Valdes untuk menyelamatkan gawangnya. Alhasil, skor kacamata tidak berubah hingga babak pertama berakhir.


Di babak kedua, Milan mulai mengembangkan permainan dan semakin sering memberi tekanan ke kubu El Barca, kendati peluang mereka belum juga membuahkan gol.


Allegri memutuskan menurunkan Stephan El Shaarawy menggantikan Robinho beberapa menit setelah laga berjalan. El Shaarawy sempat membuka peluang Milan mencuri gol ketika umpan lambungnya tertuju kepada Nocerino, yang langsung melepaskan umpan silang. Sayangnya, bola masih berhasil diblok lini bertahan Barca.


Peluang terbaik El Barca agaknya lahir di penghujung laga ketika bola hasil tendangan Messi berhasil diblok Abbiati, namun bola rebound berhasil dijangkau Cristian Tello, yang masuk menggantikan Andres Iniesta. Sepakan Tello sebenarnya sudah terarah dengan baik, namun peluang emas itu berhasil digagalkan oleh Luca Antonini.


Tak ayal, laga balasan di Camp Nou 4 April mendatang menjadi pertarungan hidup mati antara raksasa Spanyol dan Italia.

Kamis, 22 Maret 2012

Laga penuh drama Valencia - Madrid. !


Real Madrid mengusung misi wajib menang di El Madrigal guna mempertahankan keunggulan atas Barcelona di klasemen La Liga. Kemenangan 5-3 Barca atas Granada kemarin membuat Los Blancos hanya menyimpan keunggulan lima angka atas seteru abadinya.

Tidak heran, anak-anak asuh Jose Mourinho langsung memberikan tekanan kepada tuan rumah di awal laga. Pepe menciptakan peluang awal bagi Madrid di menit kesembilan ketika menyambut umpan Xabi Alonso di depan gawang Diego Lopez. Namun, bek Kolombia Cristian Zapata berhasil menggagalkan tekanan Pepe.
Sergio Ramos pun berkesempatan menjebol gawang Lopez dengan tandukan kepalanya ketika menyambut tendangan bebas Mesut Ozil. Sayang, sundulan Ramos masih melebar di sisi gawang.

Tuan rumah pun tidak mau kalah. Cani sempat mengancam gawang Iker Casillas lewat tendangan kencangnya dari jarak 20 yard. Namun, upaya ini pun masih melebar di sisi gawang Casillas.

Blunder Ramos sempat memberikan peluang emas bagi Nilmar, yang mencuri bola di luar kotak penalti dan segera menguji kapabilitas San Iker. Beruntung bagi Los Blancos, Casillas melakukan penyelamatan apik untuk mempertahankan skor kacamata.

Mourinho memutuskan menurunkan Hamit Altintop di babak kedua dan menarik keluar Jose Callejon, yang sebelumnya menggantikan Lassana Diarra di pertengahan babak pertama. Agaknya, tekel keras Bruno kepada Callejon memaksa Mourinho mengistirahatkan gelandang Spanyol tersebut.

Cristiano Ronaldo akhirnya memecah kebuntuan di menit 60 setelah memaksimalkan permainan satu-dua bersama Ozil. Winger Portugal mengelabui Lopez sebelum akhirnya melepaskan tendangan ke gawang yang kosong. 1-0 untuk El Real.

Tidak lama kemudian, sepak pojok Ozil kembali memberikan peluang emas bagi Ramos yang sigap menanduk bola. Meski berhasil melewati penjagaan Lopez, namun Zapata yang berada di bawah mistar gawang menggagalkan peluang tersebut dan membuang bola dengan sundulan kepalanya. Sami Khedira menyambar bola muntah dan mencoba peruntungannya, namun Madrid belum bisa menambah keunggulan mereka.

Malapetaka bagi Madrid justru terjadi ketika laga menyisakan sepuluh menit. Pelanggaran Altintop terhadap Joan Oriol memaksa wasit memberikan tendangan bebas kepada Villarreal, yang disambut oleh reaksi keras dari kubu Los Blancos.
Namun, Marcos Senna yang menjadi eksekutor tendangan bebas melakukan tugasnya dengan sempurna dan tidak memberikan kesempatan bagi Casillas menyelamatkan gawangnya.

Drama pun terjadi di El Madrigal ketika wasit mengusir Mourinho setelah mantan pelatih Chelsea dan Inter Milan secara sarkastik bertepuk tangan ke arah wasit. Mourinho jelas tidak terkesan dengan keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas kepada tuan rumah.

Tidak sampai di sana, Madrid pun kehilangan dua pemainnya, Ramos dan Ozil, yang terkena kartu merah. Ramos diusir setelah menerima kartu kuning kedua akibat menjatuhkan Nilmar, sementara Ozil diganjar kartu merah akibat memprotes keputusan wasit.

Hanya menyisakan sembilan pemain di lapangan, Madrid beruntung tidak kebobolan gol lebih banyak sehingga berhasil membawa pulang satu angka dari El Madrigal. Namun, hasil ini jelas tidak diinginkan Los Blancos yang kini mengoleksi 72 angka, unggul enam poin atas Barcelona.
Sedangkan Villarreal berada di peringkat 17 dengan torehan nilai 28.

sumber : goal.com